SEMINAR HASIL KAJIAN BUDIDAYA AIR PAYAU

Bupati Mandailing Natal diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal Senin, (7/12) Buka Seminar Hasil Kajian Perikanan Budi Daya Air Payau Kecamatan Natal di Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Mandailing Natal, Komplek Perkatoran Panyabungan. Acara seminar yang dilaksanakan sehari tersebut dihadiri Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kab Madina dan beberapa OPD Terkait serta menghadirkan dua Pembicara dari Universitas Riau yaitu DR. Iskandar, S.Pi, M.Si dan Rusliadi, S.Pi, M.Si.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal Gozali Pulungan dalam sambutannya menyampaikan apresiasianya atas kegiatan yang dilaksanakan oleh OPD Balitbang. Beliau menekankan akan pentingnya hasil-hasil kajian yang dilakukan oleh Balitbang sebagai bahan bagi OPD teknis dalam pengambilan kebijakan. Lebih lanjut disampaikannya bahwa kajian yang sedang dilaksanakan haruslah konprehensif sehingga dapat menjawab permasalahan produksi hasil perikanan dan pada akhirnya memberi dampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan.

Sementara itu, kedua pemateri menyampaikan hasil survey yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal. Ir. Rusliadi, M.Si dan DR. Iskandar, S.Pi, M.Si menyampaikan hasil penelitiannya berupa hasil pegukuran beberapa parameter kualitas air dan tingkat kepadatan biota renik perairan di sekitar Lokasi Pengambilan Sampel. Pada kesempatan tersebut mereka menjelaskan mengambil tiga titik lokasi pengambilan sampel yaitu Desa Sundutan Tigo, Desa Buburan dan Desan Kun-Kun Kecamatan Natal.

Berdasarkan analisa sementara atas hasil parameter air dan tingkat kepadatan plankton yang didapatkan menurut mereka hanya ada satu titik lokasi yang berpotensi dalam pengembangan budidaya air payau yaitu Desa Kunkun. Menurut mereka hasil pengukuran parameter kualitas air seperti DO, COD, Salinitas, pH, Kecerahan, dan kepadatan plankton di lokasi tersebut sangat mendukung untuk pengembangan usaha budidaya perikanan seperti usaha tambak Udang (paname, windu) dan usaha tambak ikan kakap, nila atau bandeng. (Sek)